Info Terkini ! Selamat datang di website Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat - UPN Veteran Jawa Timur (mohon maaf layanan terganggu, web masih dalam pengembangan, terima kasih)

Pengabdian Masyarakat


Daftar Skim Pengabdian Masayarakat

KULIAH KERJA NYATA TEMATIK

Kegiatan Program Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN- Tematik). Merupakan kegiatan lapangan bagi mahasiswa yang menempuh tahapan akhir dari program pendidikan  S-1. Program  ini  bersifat wajib bagi semua mahasiswa dan memiliki beban 2 SKS. Program ini mampu mendorong empati mahasiswa, dan dapat memberikan solusi penyelesaian persoalan yang ada di masyarakat. Kegiatan KKN menjadi bentuk nyata kontribusi universitas bagi kelompok masyarakat yang ingin mandiri secara ekonomi maupun sosial. Program KKN mensyaratkan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) atau Tim Pengusul dan mahasiswa berperan aktif dalam mengetahui permasalahan yang ada, bahkan sebelum mereka terjun  selama 30 hari ditengah-tengah masyarakat. Konsep “working with community” telah menggantikan konsep “working for the community”. Untuk mencapai maksud tersebut, peran UPN Veteran Jawa Timur sangat diharapkan. Salah satu kegiatan yang dapat menjadi media pelaksanaan revitalisasi tersebut adalah dengan mengadakan kompetisi program KKN-TEMATIK bagi Dosen di Lingkungan UPN Veteran Jawa Timur. 

PEMANFAATAN IPTEKS BAGI MASYARAKAT (PIKAT)

UPN Veteran Jawa Timur berusaha menerapkan paradigma baru dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bersifat memecahkan masalah, komprehensif, bermakna, tuntas, dan berkelanjutan (sustainable) dengan sasaran yang tidak tunggal. Program Hibah Pemanfaatan IPTEKS bagi Masyarakat (PIKAT) adalah pengabdian kepada masyarakat yang berbasis ilmiah yang jelas dan merupakan suatu wadah penerapan hasil penelitian dan pendidikan kepada khalayak sasaran yang memerlukan. Pemanfaatan Ipteks merupakan salah satu program pengabdian kepada masyarakat yang dikembangkan oleh UPN Veteran Jatim. Program ini menampung kegiatan pengabdian kepada masyarakat oleh para dosen dalam bentuk pendidikan dan pelatihan masyarakat, penyuluhan dan pelayanan masyarakat, serta program diseminasi dari ipteks yang dihasilkan. Pemanfaatan Ipteks perlu dilaksanakan dalam bentuk jaringan kerjasama yang sinergis dan berorientasi pada kemandirian masyarakat. Khalayak sasaran adalah masyarakat luas dapat sebagai peserta kelompok, komunitas maupun lembaga yang berada diperkotaan maupun pedesaan dengan kegiatan diberbagai bidang. Program pemanfaatan Ipteks ini merupakan kegiatan bersumber pada kepakaran dan keilmuan dosen yang siap ditransfer ke masyarakat dan merupakan hasil penelitian yang diimplementasikan kepada masyarakat (tidak harus dari hasil penelitian Tim Pengusul).

 PENERAPAN HASIL PENELITIAN BAGI MASYARAKAT (PIHAT)

Khalayak sasaran program PIHAT adalah: 1) masyarakat yang produktif secara ekonomi (usaha mikro); dan 2) masyarakat yang belum atau calon pengusaha produktif secara ekonomis, dan berhasrat kuat menjadi wirausahawan; Jenis permasalahan yang wajib ditangani dalam program  PIHAT,  khususnya  masyarakat produktif secara ekonomi atau calon wirausaha baru meliputi aspek produksi dan  manajemen usaha. Untuk kegiatan yang tidak bermuara pada aspek ekonomi, wajib mengungkapkan rinci permasalahan dalam aspek utama yang diprioritaskan untuk diselesaikan, dan tetap melaksanakan minimal dua bidang kegiatan. Khalayak sasaran (mitra) masyarakat yang produktif secara ekonomi seperti: kelompok perajin, kelompok nelayan, kelompok tani, kelompok ternak, yang setiap anggotanya memiliki karakter produktif secara ekonomis. Mitra sasaran industri rumah tangga (IRT) dengan kepemilikan usaha bersifat individu/perseorangan disyaratkan mempunyai karyawan minimal 4 orang di luar anggota keluarga. Mitra sasaran yang mengarah pada bidang ekonomi produktif disyaratkan merupakan kelompok dengan jumlah anggota minimal 5 orang, seperti kelompok dasawisma, pokdarwis, kelompok PKK, kelompok pengajian, kelompok ibu-ibu rumah tangga dan lain-lain. Mitra sasaran masyarakat yang tidak produktif secara ekonomi misalnya sekolah (PAUD, SD, SMP, SMA/SMK), karang taruna, kelompok ibu-ibu rumah tangga, kelompok anak-anak jalanan, RT/RW, dusun, desa, Puskesmas/Posyandu, Pesantren dan lain sebagainya. Jenis permasalahan yang wajib ditangani dalam program PIHAT, khususnya masyarakat produktif secara ekonomi atau calon wirausaha baru meliputi bidang produksi, manajemen usaha dan pemasaran. Untuk kegiatan yang tidak bermuara pada bidang ekonomi, wajib mengungkapkan rinci permasalahan yang diprioritaskan untuk diselesaikan seperti peningkatan pelayanan, peningkatan ketentraman masyarakat, memperbaiki/membantu fasilitas layanan dan lain-lain. Kegiatan yang dilaksanakan pada mitra PIHAT baik mitra produktif secara ekonomi, dan mitra tidak produktif/sosial mengarah ke produktif ekonomi harus terdiri dari 2 bidang kegiatan yang membutuhkan kepakaran yang berbeda. Program ini diangkat untuk menyelesaikan permasalahan mitra dan merupakan diseminasi dari hasil penelitian tim pengusul (Teknologi yang diimplementasi merupakan hasil penelitian dari Tim).  

BAKTI INOVASI BAGI MASYARAKAT (BIMA)

Produk unggulan dari suatu masyarakat di suatu daerah merupakan produk berupa jasa dan barang dengan keunikan/ciri khas masing-masing, yang dihasilkan oleh koperasi, kelompok usaha masyarakat, dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Para pelaku usaha berupaya memanfaatkan dan mengoptimalkan potensi sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun potensi budaya lokal, untuk mengembangkan produknya agar mudah dikenal, mudah didapat, dan berdaya saing yang tinggi. Potensi produk unggulan tersebut, memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut dengan bantuan teknologi dari dosen dari UPN Veteran Jawa Timur, melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara berkesinambungan dalam Program Bakti Inovasi bagi Masyarakat (BIMA). Kriteria produk unggulan adalah : a) mempunyai kandungan lokal yang menonjol dan inovatif di sektor pertanian, industri, dan jasa, b) mempunyai daya saing tinggi di pasaran, c) jangkauan pemasaran yang luas baik di dalam negeri maupun global.  Mitra program adalah koperasi, kelompok usaha masyarakat, dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), dan dengan karakter sebagai berikut: 1) Usaha sudah berjalan minimal satu tahun; 2) Merupakan produk/jasa berbasis hasil perkebunan, pertanian, perikanan, makanan olahan, seni pertunjukan, kerajinan, dan industri kreatif lainnya; 3) potensi pasar dalam negeri atau tujuan ekspor; 5) bersifat ramah lingkungan dan berbasis budaya setempat; 6) calon mitra berjumlah satu mitra atau lebih; 7) membutuhkan penerapan IPTEK; 8) berpotensi dapat dikembangkan lebih lanjut melalui program BIMA;  Implementasi skema BIMA dilaksanakan dengan mengacu kepada hasil penilaian kinerja  penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Dosen.  Hasil analisis penilaian kinerja ini, utamanya kompetensi dosen untuk melaksanakan tugas hilirisasi Iptek kepada masyarakat, dapat digunakan sebagai acuan untuk memberikan penugasan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka komersialisasi.