
Jombang – Bupati Jombang, Warsubi, secara resmi menerima 1.225 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Bela Negara SDGs Tahun 2026 Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur pada Senin (13/7/2026). Prosesi penerimaan yang berlangsung di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Banjardowo), Desa Gedangkeret, Kecamatan Jombang, menjadi penanda dimulainya sinergi antara Pemerintah Kabupaten Jombang dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN "Veteran" Jawa Timur dalam mendukung pembangunan desa melalui pengabdian mahasiswa.
Rombongan mahasiswa dipimpin
oleh Rektor UPN "Veteran" Jawa Timur bersama jajaran pimpinan
universitas, Kepala LPPM, serta dosen pembimbing lapangan. Kehadiran sivitas
akademika disambut langsung oleh Bupati Jombang beserta jajaran Pemerintah Kabupaten
Jombang sebagai bentuk komitmen bersama dalam membangun kolaborasi antara
perguruan tinggi dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas hidup
masyarakat desa.
Dalam sambutannya, Bupati
Jombang Warsubi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan
UPN "Veteran" Jawa Timur kepada Kabupaten Jombang sebagai salah satu
lokasi pelaksanaan KKN Tahun 2026. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah
masyarakat diharapkan mampu menghadirkan inovasi dan solusi terhadap berbagai
persoalan di desa, khususnya pada bidang pengelolaan lingkungan, pemberdayaan
masyarakat, dan pengembangan ekonomi lokal.
Melalui koordinasi yang
difasilitasi LPPM, sebanyak 1.225 mahasiswa akan melaksanakan
program pengabdian di berbagai desa di Kabupaten Jombang dengan mengusung tema "Pemuda-Pemudi
Pelopor Desa dan Desa Bebas Sampah." Program tersebut berfokus
pada penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat, pemberdayaan UMKM,
digitalisasi desa, edukasi lingkungan, serta pengembangan potensi lokal yang
selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs).
Bagi LPPM UPN
"Veteran" Jawa Timur, penerimaan mahasiswa KKN oleh Pemerintah
Kabupaten Jombang menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi akademik
dengan pemerintah daerah. Pendampingan yang dilakukan dosen pembimbing lapangan
serta koordinasi bersama perangkat daerah diharapkan mampu menghasilkan program
pengabdian yang tidak hanya memberikan manfaat selama pelaksanaan KKN, tetapi
juga meninggalkan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.
