1.556 Mahasiswa UPN Veteran Jawa Timur Mulai Pengabdian melalui KKN SDGs Berdampak di Kabupaten Bojonegoro
Administrator | 21 July 2026
Surabaya,
15 Juli 2026 – Universitas Pembangunan
Nasional "Veteran" Jawa Timur melalui Lembaga Penelitian dan
Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) secara resmi menyerahkan 1.556
mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) SDGs Berdampak Tahun 2026
kepada Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Rabu (15/7), di Pendopo Malowopati.
Para mahasiswa selanjutnya akan melaksanakan pengabdian masyarakat di 62
desa yang tersebar di sembilan kecamatan (Kecamatan Baureno, Kecamatan
Kepohbaru, Kecamatan Bojonegoro, Kecamatan Kapas, Kecamatan Balen, Kecamatan
Sukosewu, Kecamatan Purwosari, Kecamatan Padangan, dan Kecamatan Kasiman) selama
masa pelaksanaan KKN. Kegiatan
serah terima dihadiri oleh Rektor UPN "Veteran" Jawa Timur beserta
jajaran pimpinan universitas, Wakil Bupati Bojonegoro, perangkat daerah, dosen
pembimbing lapangan (DPL), serta perwakilan pemerintah desa. Momentum ini
menjadi penanda dimulainya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah
daerah dalam mendorong pembangunan desa melalui implementasi program-program
berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Pada
pelaksanaan KKN tahun ini, mahasiswa mengusung tema "KKN SDGs
Berdampak: Pemuda Pelopor Desa dan Desa Bebas Sampah". Berbagai
program yang akan dijalankan diarahkan untuk mendukung penguatan tata kelola
desa, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan,
pelestarian lingkungan, pengembangan potensi lokal, hingga pemanfaatan
teknologi tepat guna sesuai dengan kebutuhan masing-masing desa. Dalam
sambutannya, Rektor UPN "Veteran" Jawa Timur, Prof. Dr.
Akhmad Fauzi, menegaskan bahwa keberhasilan KKN tidak hanya diukur
dari terlaksananya program kerja, tetapi juga dari manfaat yang benar-benar
dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu
membangun komunikasi yang baik dengan warga, memahami kondisi desa secara
langsung, serta menyusun program berdasarkan kebutuhan masyarakat. "KKN
yang berhasil bukan hanya programnya terlaksana, tetapi juga mampu memberikan
dampak yang dirasakan masyarakat. Jangan merasa paling tahu, karena
masyarakatlah yang paling memahami kondisi desanya. Dengarkan, berkolaborasi,
dan ciptakan program yang bermanfaat agar sinergi antara UPN 'Veteran' Jawa
Timur dan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus terjalin dengan baik,"
ujar Prof. Akhmad Fauzi. Sementara
itu, Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, menyampaikan
apresiasi atas kepercayaan UPN "Veteran" Jawa Timur yang kembali
memilih Kabupaten Bojonegoro sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Menurutnya,
kehadiran mahasiswa menjadi peluang untuk memperkuat kolaborasi dalam mendukung
berbagai program pembangunan daerah melalui gagasan, inovasi, serta rekomendasi
yang dihasilkan selama proses pengabdian. "Adik-adik
datang ke Bojonegoro untuk belajar sekaligus mengabdi. Lihat kondisi masyarakat
secara langsung, dampingi program-program yang ada, berikan masukan dan
rekomendasi yang membangun agar hasil KKN benar-benar memberikan manfaat bagi
masyarakat," tutur Nurul Azizah. Selain
melaksanakan program kerja yang telah disusun, mahasiswa juga didorong untuk
berkontribusi dalam mendukung berbagai program prioritas Pemerintah Kabupaten
Bojonegoro, di antaranya pendataan sosial masyarakat, penguatan ekonomi desa,
pengelolaan lingkungan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hasil
pendampingan dan rekomendasi yang disusun mahasiswa diharapkan dapat menjadi
masukan bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang
lebih tepat sasaran. Selama
pelaksanaan KKN, mahasiswa akan mendapatkan pendampingan dari dosen pembimbing
lapangan yang berperan memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai dengan
tujuan akademik sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pendekatan
kolaboratif antara mahasiswa, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan
masyarakat diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi yang berkelanjutan. Melalui pelaksanaan KKN
SDGs Berdampak Tahun 2026, LPPM UPN "Veteran" Jawa Timur
terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pengabdian kepada masyarakat
yang adaptif, solutif, dan berdampak. KKN tidak hanya menjadi sarana
pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi
untuk mendukung percepatan pembangunan desa serta pencapaian Tujuan Pembangunan
Berkelanjutan (SDGs).